Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. Tetapi, penebangan hutan yang merajalela telah mengurangi luas hutan secara signifikan, dari 78% pada 1982 menjadi hanya 33% pada 2005. Rata-rata 160,000 hektar hutan habis ditebang setiap tahun, meninggalkan 22%, atau 2,45 juta hektar pada tahun 2009. Deforestasi dengan tujuan pembukaan kebun-kebun kelapa sawit dan produksi kertas telah menyebabkan kabut asap yang sangat mengganggu di provinsi ini selama bertahun-tahun, dan menjalar ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Luas wilayah provinsi Riau adalah 87.023,66 km², yang membentang dari lereng Bukit Barisan hingga Selat Malaka. Riau memiliki iklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan berkisar antara 2000-3000 milimeter per tahun, serta rata-rata hujan per tahun sekitar 160 hari. Provinsi ini memiliki sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak bumi dan gas, serta emas, maupun hasil hutan dan perkebunannya. Seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, secara bertahap mulai diterapkan sistem bagi hasil atau perimbangan keuangan antara pusat dengan daerah. Aturan baru ini memberi batasan tegas mengenai kewajiban penanam modal, pemanfaatan sumber daya, dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar.
Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsa. Mereka terdiri dari Jawa (25,05%), Minangkabau (11,26%), Batak (7,31%), Banjar (3,78%), Tionghoa (3,72%), dan Bugis (2,27%). Suku Melayu merupakan masyarakat terbesar dengan komposisi 37,74% dari seluruh penduduk Riau. Mereka umumnya berasal dari daerah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu dan Inderagiri Hilir. Namun begitu, ada juga masyarakat asli bersuku rumpun Minangkabau terutama yang berasal dari daerah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan sebagian Inderagiri Hulu. Juga masyarakat Mandailing di Rokan Hulu, yang lebih mengaku sebagai Melayu daripada sebagai Minangkabau ataupun Batak.
Rumah Tradisional Riau
Di antara corak-corak tersebut, yang terbanyak dipakai adalah yang bersumber pada tumbuh-tumbuhan (flora). Hal ini terjadi karena orang Melayu umumnya beragama Islam sehingga corak hewan (fauna) dikhawatirkan menjurus kepada halhal yang berbau “keberhalaan”. Corak hewan yang dipilih umumnya yang mengandung sifat tertentu atau yang berkaitan dengan mitos atau kepercayaan tempatan. Corak semut dipakai -walau tidak dalam bentuk sesungguhnya, disebut semut beriringkarena sifat semut yang rukun dan tolong-menolong. Begitu pula dengan corak lebah, disebut lebah bergantung, karena sifat lebah yang selalu memakan yang bersih, kemudian mengeluarkannya untuk dimanfaatkan orang ramai (madu). Corak naga berkaitan dengan mitos tentang keperkasaan naga sebagai penguasa lautan dan sebagainya. Selain itu, benda-benda angkasa seperti bulan, bintang, matahari, dan awan dijadikan corak karena mengandung nilai falsafah tertentu pula.
Rumah Lancang merupakan Rumah panggung. Tipe konstruksi panggung dipilih untuk menghindari bahaya serangan binatang buas dan terjangan banjir. Di samping itu, ada kebiasaan masyarakat untuk menggunakan kolong rumah sebagai kandang ternak, wadah penyimpanan perahu, tempat bertukang, tempat anak-anak bermain, dan gudang kayu, sebagai persiapan menyambut bulan puasa. Selain itu, pembangunan Rumah berbentuk panggung sehingga untuk memasukinya harus menggunakan tangga yang mempunyai anak tangga berjumlah ganjil, lima, merupakan bentuk ekspresi keyakinan masyarakat.
Pakaian Tradisional Riau
Dengan bersebatinya lambang-lambang budaya dengan pakaian, kedudukan dan peran pakaian menjadi sangat mustahak dalam kehidupan orang Melayu. berbagai ketentuan adat mengatur tentang bentuk, corak (motif), warna, pemakaian, dan penggunaan pakaian. Ketentuan-ketentuan adat itu diberlakukan untuk mendidik dan meningkatkan akhlak orang yang memakainya.
Pada kaum laki-laki terdapat tiga jenis pakaian adat melayu. Pertama, baju melayu cekak musang yang terdiri dari celana, kain dan songkok. Baju ini biasa digunakan pada acara-acara keluarga seperti kenduri. Kedua baju melayu gunting cina, baju ini biasa digunakan dalam sehari-hari dirumah untuk mengadakan acara yang tak resmi. Dan ketiga, baju melayu teluk belanga, baju ini terdiri dari celana, kain sampin dan penutup kepala atau songkok.
Sedang pakaian kaum perempuan ada dua yaitu pertama baju kurung, yang terdiri atas kain, baju dan selendang. Selendang dipakai dengan lepas di bahu dan biasanya tak melingkar di leher pemakai. Dan kedua, baju kebaya labuh, ynag terdiri atas kain, baju dan selendang. Panjang lengan baju kira-kira dua jari dari pergelang an tangan sehingga gelang yang dikenakan kaum perempuan kelihatan. Lebar lengan baju kira-kira tiga jari dari permukaan lengan. Kedalaman baju bervariasi dari sampai batas betis atau sedikit ke atas.
Bagi perempuan dalam berpakaian dilengkapi dengan siput (sanggul) yang terdiri atas tiga macam yaitu, siput tegang, siput cekak, dan siput lintang. dan tudung atau penutup kepala.
Senjata Tradisional Riau
Pedang ‘jenawi’ merupakan sejenis senjata pedang yang dipergunakan oleh para panglima perang tempo dulu. Jenis senjata badik (sekin) yang umum digunakan adalah ‘tumbuk lada’, yang bentuknya seperti keris tetapi ukurannya lebih pendek.
Senjata ini digunakan untuk berperang dan keperluan sehari-hari. Pada mata badik yang untuk berperang sering diolesi dengan racun. Penggunaan badik untuk melawan musuh tersirat dalamungkapan: “Bila badik telah ditarik dari sarungnya, maka harus ditikamkan pada suatu benda atau binatang. Barulah kemudian badik dimasukkan pada sarungnya ”. Ungkapan inimenggambarkan, orang Melayu Riau pantang menyerah dalam menghadapi segalatantangan.
Bahasa Daerah. Bahasa pengantar masyarakat provinsi Riau pada umumnya menggunakan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu umumnya digunakan di daerah-daerah pesisir seperti Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan di sekitar pulau-pulau. Bahasa Minang secara luas juga digunakan oleh penduduk di provinsi ini, terutama oleh para oleh penduduk asli di daerah Kampar, Kuantan Singingi, dan Rokan Hulu yang berbudaya serumpun Minang serta para pendatang asal Sumatera Barat.
Selain itu Bahasa Hokkien juga masih banyak digunakan di kalangan masyarakat Keturunan Tionghoa, terutama yang bermukim di daerah seperti Selatpanjang, Bengkalis, dan Bagan siapi-api. Dalam skala yang cukup besar juga didapati penutur Bahasa Jawa yang digunakan oleh keturunan para pendatang asal Jawa yang telah bermukim di Riau sejak masa penjajahan dahulu, serta oleh para transmigran dari Pulau Jawa pada masa setelah kemerdekaan. Di samping itu juga banyak penutur Bahasa Batak di kalangan pendatang dari Provinsi Sumatera Utara.
Tumbuhan ini berupa pohon dengan bentuk khas palma: batang tidak atau jarang bercabang, dapat mencapai 25m, dapat memunculkan anakan yang rapat, membentuk kumpulan hingga 50 batang. Batang dan daunnya terlindungi oleh duri keras panjang berwarna hitam. Daunnya tersusun majemuk menyirip tunggal (pinnatus) yang berkesan dekoratif.
Kayu nibung sangat tahan lapuk sehingga dipakai untuk penyangga rumah-rumah di tepi sungai di Sumatera dan Kalimantan. Temuan arkeologi di daerah Jambi menunjukkan sisa-sisa penyangga rumah dari kayu ini di atas tanah gambut dari perkampungan abad ke-11 hingga ke-13. Kayunya juga dipakai untuk jala ikan (di Kalimantan).
Burung jantan dan betina serupa. Burung serindit jantan memiliki bercak kepala berwarna biru dan bercak tenggorokan berwarna merah. Burung betina berwarna lebih kusam dibanding jantan. Populasi Serindit melayu tersebar di hutan dataran rendah, dari permukaan laut sampai ketinggian 1,300m di negara Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand.
Serindit Melayu hidup dalam kelompok. Burung ini memiliki kebiasaan aktif memanjat dan berjalan daripada terbang. Saat istirahat, burung serindit menggantungkan badan ke bawah. Pakannya terdiri dari sayuran hijau, buah-buahan, padi-padian dan aneka serangga kecil. Burung betina biasanya menetaskan antara tiga sampai empat butir telur yang dierami sekitar 18 sampai 20 hari.
Spesies ini mempunyai daerah sebaran yang luas dan sering ditemukan di habitatnya. Serindit Melayu dievaluasikan sebagai beresiko rendah di dalam IUCN Red List dan didaftarkan dalam CITES Appendix II.
Tarian Tradisional Riau
Dalam tarian Melayu seorang penari harus memahami setiap gerakan yang digerakkannya. Pada tari persembahan biasanya ditarikan oleh pasangan muda mudi, tapi setelah perkembangan zaman tarian ini mulai sering dilakukan oleh yang lebih tua. Sedangkan dalam busana yang digunakan adala busana adat Melayu lengkap, baik perempuan maupun laki-laki. Sedangkan unutuk urusan musik pengiring biasanya menggunakan lagu khas Melayu.
Dalam tarian ini ada banyak nilai nilai yang terkandung, yaitu: Nilai kasabaran, Hiburan, Pelestarian budaya, Seni, Olah raga, dan Kreativitas.
Keberadaan Tari Makan Sirih ini mencerminkan bagaimana orang Melayu sangat menghormati sekaligus menciptakan suasana hangat dan bersahabat bagi para tamu yang berkunjung. Kandungan ajaran budi pekerti Melayu ini mengisyaratkan pentingnya melestarikan budaya Tari Makan Sirih, agar budaya ini tidak termakan zaman dan nilai nilai positif yang terkandung juga tidak hilang.
Bahasa gerak yang disampaikan lewat Tari Zapin dengan berbagai ragamnya seperti ragam tongkah, anak ayam patah dan geliat merupakan perumpamaan dan kiasan alam lingkungan di mana kehidupan tersebut berlangsung. Secara nyata makna gerakan ragam tongkah menggambarkan suasana sampan yang sedang dikayuh oleh seseorang menentang arus sungai. Hal ini menandakan bahwa untuk mencapai sebuah tujuan harus dengan sikap gigih, patang menyerah dan punya perhitungan yang matang.
Sedangkan ragam anak ayam patah mengaplikasikan kehidupan yang tak kenal lelah dan menerima apa-apa yang telah terjadi sebagai memaknai sikap hidup yang mengedepan apa adanya sekaligus tidak menyembunyikan kekurangan-kekurangan yang ada. Lain lagi akan halnya ragam geliat yang menirukan gerakan orang sedang menggeliat yang maknanya adalah mengandung hikmah kesehatan dan menyegarkan sekalian tubuh. Di sisi lain, semua ragam yang terdapat dalam Tari Zapin tersebut memberi pelajaran tentang bagaimana sikap serta tingkah laku orang Melayu yang seharusnya.
Dalam Tari Zapin juga terkandung makna adab sopan santuan, sikap hormat dan memuliakan orang lain seperti yang disampaikan melalui ragam alif sembah atau dikenal juga sebagai salam pembuka. Nilai maupun makna ragam alif sembah ini memberi pelajaran tentang tatacara bersopan santun, berbudi baik, bersikap rendah hati pada setiap orang yang berada dihadapannya. Bagitu juga akan halnya ragam tahto dalam Tari Zapin yang bermakna penutup atau penyudah dari sebuah persembahan yang disampaikan pada setiap orang yang melihatnya. Dalam hal ini nilai pembelajaran yang termuat adalah memberi salam akhir perjumpaaan atau hormat diri sekaligus kata-kata perpisahan.
Menurut sejarahnya, joget lambak memang sudah ada sejak dari zaman dahulu maupun sejak zaman kerajaan–kerajaan melayu Riau-Lingga. Joget Lambak ini juga merupakan rangkaian perjalanan dari kebudayaan melayu yang tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh waktu. Gerak tariannya yang sangat lemah gemulai dan berlenggang menjadi khas suatu tanda, bahwa tarian ini tetap ada disepanjang zaman.
Kesenian Boria dimainkan oleh kaum lelaki. Jumlah pemain sebanyak 20 orang ditambah 1 orang komandan yang disebut Kapten. Tugasnya adalah mengatur perbarisan dan menjadi ssentral cerita di dalamnya. Sementara anak buah dipimpin oleh seorang sarjen (sersan).
Gerakan dalam Boria cukup sederhana. Sumber gerak diambil dari gerak berbaris, hormat, keseharian, dan permainan anak-anak. Pola lantai berupa garis lurus dan lengkung. Busana terdiri dari Baju ala tentara Belanda, sepatu, kaos kaki, topi tarbus dan diberi pernak-pernik sehingga terkesan meriah. Boleh menggunakan kacamata. Musik cukup sederhana dengan menggunakan genderang snar drum dan akordian. Boleh juga ditanbah terompet dan peluit.
Kuliner Khas Riau
Roti Jala berasal dari Timur tengah yang bentuknya menyerupai jala. Roti ini juga disajikan sebagai pendamping Kari atau Gulai. Sedangkan Roti Cane/Canai ini berasal dari India, hanya di India namanya Roti Chapati. Bentuk tekstur roti bisa beragam ada yang seperti proses diatas, atau ditipiskan lebar lalu dilipat-lipat seperti martabak, baru kemudian dipanggang.
Bolu kemojo paling sering dijumpai ketika hajatan, bulan ramadhan dan ketika hari raya Idul Fitri. Maka tak heran di riau ketika bulan ramadhan tiba jajanan satu ini akan banyak dijajahkan oleh masyarakat disana.
Pada mulanya, bolu kemojo ini hanya memiliki satu rasa saja yaitu rasa pandan, tapi seiring waktu berjalan banyak yang melakukan eksperimen dengan membuat bolu kemojo berbagai rasa, seperti rasa durian, rasa nangka, rasa keju dan masih banyak rasa lagi. Walaupun banyak rasa menurut beberapa sumber yang diminati masyarakat adalah yang masih original. Oke, itu masalah selera, tergantung cita rasa masing-masing.
Dinamakan kue bangkit karena ukuran dari kue ini setelah matang dan dikeluarkan dari oven bisa berukuran dua kali lipat dari ukuran adonan semula. Warna kue bangkit ini putih kekuningan dan kadang dipercantik dengan diberi noktah berwarna merah di atasnya. Tekstur kue bangkit sangat halus dan gampang remuk. Kue bangkit akan lumer di dalam mulut dan mempunyai rasa yang renyah ketika dikunyah. Rasanya yang manis menjadi daya tarik bagi anak-anak.
Dari segi rasa tentu saja juga cukup berbeda, jangan bandingkan dengan lempuk durian ataupun kue bangkit, atau bagi yang terbiasa makan roti Jala dan juga Canai. Kue yang konon kabarnya memang berasal dari negara Timur Tengah ini sudah sangat sulit ditemui dan sangat jarang diproduksi.
Dari bentuknya saja memang mengundang rasa penasaran, namun seperti halnya kue-kue khas Melayu, kue Asidah memiliki tekstur yang sangat lembut dan rasanya manis perpaduan rempah seperti cengkeh, kayu manis dan daun pandan. Dahulunya, kue ini dikenal sebagai kue tradisonal masyarakat Melayu, bahkan selalu ada pada saat perayaan acara-acara besar, terutama acara adat, selain itu pada acara resepsi pernikahan, kue-kue ini juga ada, namun saat ini memang sudah sangat sulit ditemukan.
Cara pembuatan ikan asap selais ini sendiri merupakan hal yang cukup sederhana, yaitu ikan selais yang didapat dari sungai kemudian dijemur selama lebih kurang 1 hari. Setelah dijemur ikan tersebut diasap dengan menggunakan kulit kayu agar dapat memberikan aroma citarasa yang khusus, juga dilakukan pengasapan dengan menggunakan rambutan sebagai aroma khas.
Ikan dari riau ini sendiri yang mempunyai berat dalam keadaan segar yang mencapai 3 – 4 ons setelah dilakukan pengasapan mempunyai berat kurang dari 1 ons per ekornya, namun hal tersebut membuat ikan tersebut nikmat untuk dinikmati dan terasa gurih. Pengolahan ikan asli riau ini di daerah asalnya kebanyakan digoreng dengan cabe merah yang diberi sedikit air jeruk nipis, sehingga memberikan sensasi khas saat dinikmati.
Ikan asap selais ini mempunyai harga yang tidak tetap, yaitu seputaran Rp. 140.000 sampai Rp. 160.000 perkilonya. Bahan mentahnya yang adalah ikan Selais ini, hanya terdapat di daerah aliran sungai Rokan kabupaten Rokan Hilir, kecamatan Rantau Kopar, Desa Sungai Rangau salah satunya, selain di daerah Kabupaten Kampar atau aliran sungai Kampar di Provinsi Riau.
Gulai Asam Pedas Ikan Patin, juga merupakan satu menu yang diwajibkan dihidangkan dalam tiap acara keluarga di Provinsi Riau, tiada hari bisa dilewatkan tanpa gulai asam pedas ikan patin. Bahkan gulai asam pedas ikan patin merupakan hidangan kas Melayu dan sebuah prestise khususnya pada acara menanti menantu datang, 'manjalang mintuo' atau menjelang mertua, hingga perhelatan atau pesta kawinan, dan sunnatan.
Gulai asam pedas ikan patin sudah mentradisi dan terus menjadi menu wajib bagi tiap keluarga di Porvinsi Riau. Gulai asam pedas ikan patin, semacam hidangan wajib dan khas Melayu.
Es air mata pengantin adalah salah satu minuman asli Indonesia yang berasal dari daerah Riau. Minuman ini memiliki nama yang sangat unik. Walaupun nama minuman ini aneh akan tetapi rasa dari minuman yang satu ini sangat segar dan enak. Sekarang ini banyak orang yang mencoba mencari resep es air mata pengantin karena penasaran dengan rasa minuman ini.
Resep es air mata pengantin sebenarnya memiliki komposisi bahan yang mudah anda dapatkan. Apabila anda akan membuat es air mata pengantin ini maka anda harus memastikan bahwa bahan-bahan yang anda gunakan masih segar agar kesegaran dari minuman ini dapat anda rasakan. Anda lebih baik untuk meminum minuman ini pada siang hari karena akan membuat tenggorokan anda semakin segar.
Obyek Wisata Riau
Kini, sebagai bukti sejarah atas kebesaran kerajaan Melayu Islam di Daerah Riau, dapat kita lihat peninggalan kerajaan berupa kompleks Istana Kerajaan Siak yang dibangun oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 dengan nama ASSIRAYATUL HASYIMIAH lengkap dengan peralatan kerajaan. Sekarang Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura dijadikan tempat penyimpanan benda-benda koleksi kerajaan.
Kompleks makam ini berukuran 15 x 15 meter persegi. Nisan dari makam yang terdapat di komplek makam ini semuanya berukiran sangat rumit dan indah terbuat dari kayu dan marmer.
Kolam Pancing Alam Mayang ini memang disiapkan sebagai salah satu tujuan wisata andalan Pekanbaru, Taman Pancing Alam Mayang berlokasi di Pinggiran Kota Pekanbaru tepatnya di Jl. Harapan Raya/Imam Munandar Pekanbaru (menuju Jalan Lintas ke Kabupaten Pelalawan). Selain menjadi tempat wisata bagi keluarga, Alam mayang juga menyuguhan suasana alamnya, hampir di setiap lokasi alam mayang tersebut dipenuhi dengan pohon-pohon yang rindang yang kondisinya bersih dan sangat terawat dengan baik.
Jika berkunjung di bukit ini maka para wisatawan yang berkunjung bisa menikmati pemandangan alam dan isinya termasuk jenis binatang yang beragam seperti beruang madu, kancil, siamang, harimau Sumatra, tapir, dan jenis satwa lainnya. Jenis flora dan fauna langka yang terdapat di bukit ini merupakan kehidupan yang di lindungi oleh pemerintah.
Pulau jemur ini sangat kaya akan hasil lautnya, selain memiliki panorama dan pemandangan yang sangat indah juga terdapat beberapa potensi wisata lainnya yaitu Batu Panglima Layar, taman laut, dan pantai berpasir kuning emas, Goa Jepang, Mercusuar, dan sisa-sisa pertahanan Jepang pada jaman dulu.
Bono adalah fenomena alam yang datang sebelum pasang. Air laut mengalir masuk dan bertemu dengan air sungai Kampar sehingga terjadi gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan menghasilkan suara seperti suara guntur dan suara angin kencang. Pada musim pasang tinggi, gelombang sungai Kampar bisa mencapai 4-6 meter, membentang dari tepi ke tepi menutupi keseluruhan badan sungai. Peristiwa ini terjadi setiap hari, siang maupun malam hari.
Mengetahui dahsyatnya gelombang bono di sungai kampar ini, mengundang para peselancar untuk bisa berselancar diatas gelombang bono ini. Dan hanya ada satu-satunya di Indonesia daerah atau kawasan yang bisa berselancar di gelombang atau ombak sungai hanya ada di Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan Riau. Para peselancar menjuluki bono river sebagai “SEVEN GHOST” in Sumatera Island.
Perjalanan pekanbaru – Teluk Meranti berkisar 5-6 jam perjalanan dan akan melalui Pangkalan Kerinci (ibukota Pelalawan). Setelah itu sampai lah anda ke jalan lintas bono untuk menuju Teluk Meranti.
Mudah-mudahan Objek Wisata Bono River dapat menjadi wisata andalan di Indonesia, khususnya provinsi Riau. Selamat berkunjung kesana dan nikmati keindahannya.
Lain-lain
Bandar Udara :
JAPURA, RGT/WIPR, Domestik, Kec.Lirik, Indragiri Hulu, Riau.
PASIR PANGARAIAN, PPR/WIDE, Domestik, Kec.Rambah Samo, Rokan Hulu, Riau.
SULTAN SYARIF KASIM II, PKU/WIBB, Internasional, Kec. Pekanbaru Kota, Pekanbaru, Riau.
TEMPULING, Domestik, Kab.Indragiri Hilir, Riau.
Nomor Polisi Kendaraan Bermotor :
BM : Riau
BM - R* : Kota Dumai
BM - A* : Kota Pekanbaru
Kode area Telpon :
0760 : Teluk Kuantan (Kab. Kuantan Singingi)
0761 : Kota Pekanbaru; Pangkalan Kerinci (Kab.Pelalawan); Minas; Tualang (Kab.Siak)
0762 : Bangkinang (Kabupaten Kampar); Pasir Pengaraian (Kabupaten Rokan Hulu)
0763 : Selatpanjang (Kabupaten Kepulauan Meranti)
0764 : Siak Sri Indrapura (Kabupaten Siak)
0765 : Kota Dumai; Duri (Kab.Bengkalis); Bagan Batu (Kab.Rokan Hilir); Ujung Tanjung (Kab.Rokan Hilir)
0766 : Bengkalis (Kabupaten Bengkalis)
0767 : Bagansiapiapi (Kabupaten Rokan Hilir)
0768 : Tembilahan (Kabupaten Indragiri Hilir)
0769 : Rengat; Air Molek (Kabupaten Indragiri Hulu)
0624 : Panipahan (Kabupaten Rokan Hilir)









